Rabu, 16 Desember 2015

Aku (Masih) Hidup

Oleh: Presli Panusunan Simanjuntak
(14 November 2013)

Aku hidup karena aku masih hidup
Tak perlu suatu alasan kenapa aku masih hidup
Aku bernafas karena saat ini udara masih keluar masuk paru-paruku
Tak perlu suatu alasan kenapa aku masih bernafas

Jalanku diterjang…
Orang-orang mencaciku..
Mengaanggapku  jalang…


















Aku tak punya alasan untuk tak disebut jalang
Yang aku tahu aku hanya punya satu alasan untuk selalu mecari  alasan…

Senin, 16 November 2015

Rizal Ramli dan Perubahan Iklim

                                         Oleh : IGG Maha Adi
   Direktur The Society of Indonesian Environmental Journalist
                                               KORAN TEMPO, 16 September 2015                                                                                                                                  
Apabila Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli konsisten dengan sikapnya menolak proyek listrik bertenaga batu bara 35 ribu megawatt, ia layak menjadi climate champion. Meski tidak pernah menghubungkan sikapnya dengan isu perubahan iklim atau komitmen penurunan emisi pemerintah, rasionalisasi Menteri Rizal dalam menjelaskan proyek listrik itu sedang berhadapan dengan salah satu sumber energi yang mengemisikan karbon paling tinggi.

Menteri Rizal menohok klaim proyek itu pada nilai ekonominya. Ia yakin rencana pembangunan pembangkit listrik batu bara 35 ribu MW plus 7 MW tersisa dari zaman Presiden Yudhoyono, ditambah pula kapasitas seluruh pembangkit yang beroperasi saat ini, tidak realistis karena menyebabkan kelebihan daya 21 ribu MW. Kelebihan itu bisa menyulitkan Perusahaan Listrik Negara, karena harus membeli 72 persen daya tersisa. Ia menyarankan target itu diturunkan menjadi dua pertiga atau setengahnya. Ini sebuah kabar baik untuk target pengurangan emisi nasional.

Sabtu, 10 Oktober 2015

Jumlah Kendaraan Meningkat, Bandung Makin Panas

Oleh : Presli Panusunan Simanjutak
(Taruna Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)
(member of Indonesia Youth team For Climate Change 2015)

Kota Bandung yang terkenal dengan kesejukan kini mengalami kenaikan suhu yang cukup signifikan. Jika pada tahun 90-an kita masih dapat merasakan betapa sejuk dan dinginnya kota Bandung akan tetapi memasuki tahun 2000-an ini, terjadi peningkatan suhu yang cukup signifikan di Kota Bandung .

“Kondisi Suhu Kota Bandung terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan, jika suhu rata-rata kota Bandung tahun 90-an berkisar 20-23 derajat celcius, maka  ditahun 2000-an, Kota Bandung sudah mencapai 24-25 derajat celcius, peningkatan suhu sekitar 0,06-0,07 setiap tahunnya” kata Ani Nuryani (Staff Sub Bidang Iklim Stasiun BMKG Bandung)


Suhu rata-rata Bandung ,sumber: BMKG


Kendaraan di Bandung Meningkat

            Jumlah Kendaraan Bermotor di Jawa Barat khusunya Bandung mengalami peningkatan yang cukup drastis dan menjadikan kota Jawa Barat masuk 5 besar pengguna Kendaraan Bermotor terbanyak di Indonesia.Untuk Bandung sendiri saat ini, setidaknya ada 1,25 juta kendaraan bermotor di Kota Bandung. Dari jumlah tersebut sekitar 94% nya adalah kendaraan pribadi (sumber BPS Bandung tahun 2014)

          Pengguna Kendaraan bermotor di Bandung umumnya dari kalngan muda seperti pelajar dan mahasiswa. Bandung yang notabene merupakan kawasan pendidikan ,banyak perguruan tinggi dan sekolah- sekolah di ibukota Jawa Barat ini. Citra, Siswa di salah satu SMA di Bandung  mengatakan “Dulu kendaraan gak sebanyak ini, tapi sekarang udah banyak. Di SMA saya hampir setangeh pelajarnya pengguna sepeda motor”

Meningkatnya Jumlah Kendaraan bermotor di Kota Bandnug diyakini sebagai salah satu faktor penyebab semakin panasnya kota Bandung selain gas buangan pabrik dan berkurangnya lahan hijau.