Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Desember 2015

(Teruslah) Berjalan dan Bernyanyi

Oleh : Presli Panusunan Simanjuntak
(15 November 2013)

Aku tak peduli  suara hujan yang memukul-mukul dedaunan
Dengan tongkat dan sepatu jerami aku masih dapat bernyanyi dan berjalan pelan bukan ?
Badai yang menghadang ?
Kenapa takut ?
Angin dingin menusuk nusuk kulit
Kenapa khawatir ?
Awan badai menutup mentari
Kenapa ngeri ?

Aku hanya perlu terus berjalan dan bernyanyi
Itu akan padamkan jeri
Aku akan raih puncak gunung jauh di sana,
matahari terbenam yang mengganti derasnya hujan
akan datang menyambutku.
Aku akan injak dan hapus lelahku di atas sana
Aku yakin horison siap menerimaku
Memandikanku dengan gemercik warna-warninya

Aku (Masih) Hidup

Oleh: Presli Panusunan Simanjuntak
(14 November 2013)

Aku hidup karena aku masih hidup
Tak perlu suatu alasan kenapa aku masih hidup
Aku bernafas karena saat ini udara masih keluar masuk paru-paruku
Tak perlu suatu alasan kenapa aku masih bernafas

Jalanku diterjang…
Orang-orang mencaciku..
Mengaanggapku  jalang…


















Aku tak punya alasan untuk tak disebut jalang
Yang aku tahu aku hanya punya satu alasan untuk selalu mecari  alasan…

Sabtu, 29 Agustus 2015

Bangsaku Hebat

Oleh : Presli Panusunan Simanjuntak
Taruna Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

















Mereka bilang bangsaku hebat 
Katanya juga bangsaku kuat
Tapi tetap itu hanya pendapat
Karena faktanya hebat dan kuat belum kami dapat
Kami punya banyak pejabat
Tapi tetap saja mereka belum banyak berbuat

Ekonomi dan hukum kami masih lambat
Itu kenapa koruptor bias bergerak cepat
Produksi anak tak dapat terhambat
Tapi pembangunan tak pernah tepat

Hutan- hutan kami lebat
Alam kami pun mantap
Tapi semua dikuasai penjahat
Kami semua bosan dengan janji dan ucap
Kami butuh gerak yang tepat
Kami sudah sangat penat
Melihat semua para keparat
Yang sering berucap dan berkhianat

Mereka sudah sangat sesat
Tak peduli dengan semua Iradat
Tak takut akan kiamat dan laknat
Tak kenal tobat
Tak mau khalwat
 
 
Ya….. Tuhan
Jangan biarkan bangsaku binasa dan boyak  dalam kehancuran
Terangi hati para umara kami
Segala Ikhtiar bangsaku, berkatilah
Agar esok semua keajaiban bangsaku tidak hangus dalam puing -puing laknat