Rabu, 16 Desember 2015

Mengkondinisikan Iklim Melayu deli

Oleh : Presli Panusunan Simanjuntak
Taruna Aktif Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Dimuat di Waspada- Artikel Pembaca , 21 Oktober 2015

Kota Melayu Deli atau kota Medan adalah kota metropolitan terbesar di luar Pulau Jawa dan kota terbesar ketiga di Indonesia. Sebagai kota metrpolitan, Medan banyak dirundung masalah- masalah yang sifatnya simple hingga ketingkat yang lebih kompleks. Masalah- masalah yang merundung kota Medan bisa datang dari geografis, SDM (Sumber Daya Manusia)  dan atau Manajemen SDM yang mejalankan kota Medan.
Kota Medan

Kompleksitas iklim di Medan menambahkan deretan masalah kota ini. Karena dekat dengan Khatulistiwa, Medan terogolong daerah beriklim tropis. Menurut data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu rata-rata tahunan di Medan adalah 26,8 0C. Dalam setahun, curah hujan rata-rata kota Melayu Deli ini adalah 2137 mm. Terdapat curah hujan yang signifikan sepanjang tahun di Medan. Bahkan bulan terkering yang biasanya jatuh pada bulan Februari masih memiliki banyak curah hujan yaitu berkisar 90 mm.

(Teruslah) Berjalan dan Bernyanyi

Oleh : Presli Panusunan Simanjuntak
(15 November 2013)

Aku tak peduli  suara hujan yang memukul-mukul dedaunan
Dengan tongkat dan sepatu jerami aku masih dapat bernyanyi dan berjalan pelan bukan ?
Badai yang menghadang ?
Kenapa takut ?
Angin dingin menusuk nusuk kulit
Kenapa khawatir ?
Awan badai menutup mentari
Kenapa ngeri ?

Aku hanya perlu terus berjalan dan bernyanyi
Itu akan padamkan jeri
Aku akan raih puncak gunung jauh di sana,
matahari terbenam yang mengganti derasnya hujan
akan datang menyambutku.
Aku akan injak dan hapus lelahku di atas sana
Aku yakin horison siap menerimaku
Memandikanku dengan gemercik warna-warninya

Aku (Masih) Hidup

Oleh: Presli Panusunan Simanjuntak
(14 November 2013)

Aku hidup karena aku masih hidup
Tak perlu suatu alasan kenapa aku masih hidup
Aku bernafas karena saat ini udara masih keluar masuk paru-paruku
Tak perlu suatu alasan kenapa aku masih bernafas

Jalanku diterjang…
Orang-orang mencaciku..
Mengaanggapku  jalang…


















Aku tak punya alasan untuk tak disebut jalang
Yang aku tahu aku hanya punya satu alasan untuk selalu mecari  alasan…